Skip to main content
KERANGKA DASAR KEPUSTAKAWANAN DI INDONESIA
Kuliah Tamu
BLASIUS SUDARSONO
Pembelajar kepustakawanan kepada Kappa Sigma Kappa indonesia

KEPUSTAKAWANAN INDONESIA

Empat pilar penyangga
1.      Kepustakawanan adalah panggilan hidup
2.      Kepustakawanan adalah semangat hidup
3.      Kepustakawanan adalah karya pelayanan
4.      Kepustakawanan adalah profesional

Lima daya utama
1.      Berpikir kritis, analitis dan kritis
2.      Berkemampuan membaca
3.      Berkemampuan menulis
4.      Berkemampuan wirausaha
5.      Menjunjung etika

Tiga sasaran antara
1.      Menjadi cerdas (bright)
2.      Menjadi kaya (rich)
3.      Menjadi benar (right)

Tujuan akhir
Manusia paripurna berguna bagi sesama


Pola pikir triadik ( kebertigaan )
Pendekatan triadik :
1.      Berpikir logis, analisis, dan kritis
2.      Hidup dalam konsep ruang dan waktu
3.      Berpendekatan sistematik
Itu semua adaalah tiga elemen pendekatan berpikir yang dilakukan Blasius Sudarsono.

Beliau menyodorkan janji pustakawan muda Indonesia yang berbunyi:

JANJI PUSTAKAWAN MUDA INDONESIA

Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia
Mengaku berprofesi sebagai pustakawan indonesi yang adalah warga bangsa dan negara indonesia.
Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia
Sebagai profesional senantiasa berusaha memahami, mengahayati, dan mengembangkan jati diri pustakawan indonesia, berkarya bagi bangsa dan negara indonesia, untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara indonesia
Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia
Mewaspadai, menolak, dan memberantas segala hal yang merugikan bahkan dapat mengahancurkan bangsa dan negara indonesia.

PUSTAKAWAN & KEPUSTAKAWANAN

Pustakawan adalah mahkluk hidup yang disebut sebahai manusia. Driyarkara menyebut manusia yang tidak hanya ‘apa’ melainkan juga ‘siapa’ itu sebagai ‘peribadi’. Dengan demikian ‘ pustakawan’ adalah peribadi. Menarik melihat ‘pustakawan’ dan ‘peribadi’ ini dari sudut tata bahasa. Jika dua kata itu diturunkan dengan tambahan ke – an , maka ‘pustakawan’ akan menjadi ‘kepustakawanan’ sedang ‘peribadi’ akan menajadi ‘kepribadian’. Pada hal ‘kepustakawan’ adalah juga ‘peribadi’, sehingga dapat diharapkan ada kesetaraan konsep ‘pustakawan dan kepustakawanan’ dengan konsep ‘peribadi dan kepribadian’. Logikanya pemikiran driyakara tentang ‘peribadi dan kepribadia’ berlaku juga untuk konsep ‘pustakawan dan kepustakawanan’.


Kode etika profesi termasuk ranah etika terapan. Merupakan upaya untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus melalui ketentuan tertulis yang diharapkan akan diprgang teguh oleh seluruh kelompok itu (bertens, 2002). Profesi adalah suatu moral kommunity (masyarakat moral) yang memiliki cita2 dan nilai bersama. Lebih lanjut bertens mengatakan bahwa: mereka yang membentuk suatu profesi disatukan juga karena latarbelakang pendidikan yang sama dan bersama – sama memiliki keahlian yang tertutup bagi orang lain. Dengan demikian profesi menjadi suatu kelompok yang mempunyai kekuasaan tersendiri dan karena itu mempunyai tangung jawab khusus. Karena memiliki monopoli atas suatu keahlian tertentu, selalu ada bahaya profesi menutup diri bagi orang luar dan menjadi suatu kalangan yang suka ditembus. bagi klaien yang mengunakan jasa tertentu seperti itu dapat mengakibatkan kecurigaan jangan – jangan ia dipermainkan. Kode etik dapat mengimbangi segi negatif profesi. 

Comments

Popular posts from this blog

MOH. ZAWAWI (120213307071) Penerapan literasi informasi dalam keluarga Pengertian literasi informasi LITERASI INFORMASI adalah  kemampuan untuk mengetahui kapan dibutuhkanya informasi, dapat mengidentifikasi , menemukan, mengevaluasi , dan secara efektif menggunakan informasi tersebut dalam isu atau masalah yang dihadapi. Pendit (2012), mengtakan bahwa kata literacy sendiri sebenarnya datang dari bahasa latin, literra yang kemudian dipakai orang inggris untuk kata letter  dengan demikian sebenarnya berurusan dengan aksara atau tulisan . sedangkan definisi information adalah informasi,maka literasi informasi adalah keterbukaan terhadap informasi.

Perpustakaan dalam genggaman kini nyata dengan iPusnas

Perpustakaan dalam genggaman kini nyata dengan iPusnas Halo teman-teman, kembali lagi kita akan membahas ini adalah hal menarik di dunia perpustakaan Indonesia. Yaitu munculnya aplikasi ipusnas, aplikasi ini merupakan gagasan dari Perpustakaan nasional dan persembahan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Ipusnas ini merupakan aplikasi yang diciptakan perpustakaan Nasional Republik Indonesia guna menunjang perpustakaan digital. Aplikasi ini berbasis gratis atau aplikasi yang free bisa kalian download melalui App Store atau play Store. Langsung saja berikut linknya untuk bisa kalian download App Store : https://apps.apple.com/us/app/ipusnas/id1145654398 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=mam.reader.ipusnas Setelah kalian download dan terinstal akan muncul gambar seperti ini. Jadi di sini ada kategori buku bisa kalian klik bisa kalian pilih subjek yang ingin kalian baca buku yang ditampilkan Ini adalah buku yang keseluruhan. Nah ini model kategori ...

Faham Ahlus Sunnah wal Jama'ah

Faham Ahlus Sunnah wal Jama'ah Di antara enam agama besar di dunia, Islam tergolong agama dakwah. Agama dakwah yang dimaksud adalah agama yang di dalamnya usaha menyebarluaskan kebenaran dan mengajak orang- orang yang belum mempercayainya dianggap sebagai tugas suci oleh pendirinya atau oleh para penggantinya. Semangat memperjuangkan kebenaran itulah yang tak kunjung padam dari jiwa para penganutnya sehingga kebenaran itu terwujud dalam pikiran, kata-kata, dan perbuatan. Semangat memperjuangkan kebenaran inilah yang mendorong umat Islam untuk menyampaikan ajaran-ajaran