Skip to main content

PUSAT SUMBER BELAJAR MEDIOTHEK / MEI TI ZHONG ZIN

 PUSAT SUMBER BELAJAR
MEDIOTHEK  / MEI TI ZHONG  ZIN

LAPORAN

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pusat sumber belajar
yang dibina oleh ibu Kusubakti Andajani


oleh
Moh. Zawawi (120213307071)
Moh. Rafsanjani (120213314481)
Hesti maghfiroh (120213314491)
Intan Winda Oktavia (120213314503)







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SASTRA INDONESIA
PRORAM STUDI PERPUSTAKAAN
September 2014



Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………1
A.    Latar belakang………………………………………………………..1
B.     Batas pembahasan……………………………………………………2

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………….3
A.    Identitas PSB………………………………………………………..3
B.     Deskripsi Fisik………………………………………………………3
C.     Deskripsi Aktivitas………………………………………………….4
D.    Keunggulan…………………………………………………………5
E.     Kelemahan…………………………………………………………..5
F.      Rekomendasi………………………………………………………. 5
Daftar rujukan……………………………………………………………….6
Lampiran…………………………………………………………………….7


BAB I
PENDAHULUAN
a.      Latar belakang
Istilah  “sumber belajar” merupakan istilah yang relatif baru. Di Amerika Serikat, istilah “learning resources” ini baru mulai dikenalkan pada tahun 1970 oleh the commision on instructional technology (suatu komisi khusus yang dibentuk oleh pemerintah dibawah presiden Richard Nixon dan bertugas mengkajisegala aspek yang berkaitan dengan teknologi instruksional).
Tidak semua sumber belajar sengaja dikembangkan untuk kepentingan belajar namun tidak berarti bahwa sumber itu tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan belajar. Sebagian lagi memang khusus dirancang untuk keperluan belajar dan membelajarkan. Dengan demikian ada dua kategori sumber belajar yaitu yang dimanfaatkan dan yang dirancang.
Dalam latar belakang perguruan tinggi, semua sumber itu seyogyanya sengaja dipilih dan dikembangkan untuk menunjang kegiatan akademik. Kegiatan itu meliputi kegiatan belajar dan pengembangan kreatifitas mahasiswa, serta kegiatan belajar dan pengembangan instruksional bagi para dosen. Mengingat bahwa setiap perguruan tinggi mempunyai kondisi yang berbeda – beda, maka produk pengembangan instruksionalnyapun berbeda – beda dan berfungsi saling melengkapi. Oleh karena itu maka perlu dipertimbangkan kegiatan pertukaran atau pemanfaatan bersama sumber – sumber yang dikembangkan. Hal ini akan meningkatkan aspek ekonomis usaha pengambangan.
Istilah berbeda tentunya menunjukkan rujukan yang berbeda pula. Sekarang tergantung kepada kita, apa rujukan yang terkandung dalam gagasan “pusat sumber belajar”. Bila dalam gagasan itu tidak termasuk kegiatan pembinaan profesi, memang mungkin istilah atau nama yang lebih tepat dipakai adalah “pusat sumber daya informasi atau pusat teknologi komunikasi pendidikan”. Namun kalau seluruh rujukan seperti dibahas dalam pembinaan profesi dan prasarana penunjang diterima, maka nama atau istilah yang lebih tepat adalah “pusat sumber belajar”.


b.       Batas Pembahasan
1.      Identifikasi pusat sumber belajar
2.      Deskripsi fisik pusat sumber belajar
3.      Deskripsi aktivitas pusat sumber belajar
4.      Keunggulan pusat sumber belajar
5.      Kelemahan pusat sumber belajar
6.      Rekomendasi

  


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Identitas PSB
            Pusat sumber belajar ini bernama Mediothek dalam bahasa Jerman, sedangkan menurut bahasa Mandari ialah Mei ti zhong zin. Mediothek ini resmi dibuka pada tahun 2005. Pusat sumber belajar ini berada di lingkungan Sastra, karena terletak pada jurusan Sastra Jerman. Tepatanya beralamat jalan Semarang 5 Malang, gedung E6 lantai 1.
            Pusat sumber belajar ini merupakan kepemilikan dari Fakultas Sastra di Universitas Negeri Malang. Mediothek atau juga yang disebut Mei ti zhong  zin ini menanungi mahasiswa Jerman dan Mandarin. Tidak hanya untuk mahasiswa jurusan Sastra Jerman saja tapi juga menanugi semua orang yang ingin berlajar bahasa Jerman dan Mandarin selain itu juga ada prosedur untuk pengunjung non juruan Sastra Jerman,
            Di pusat sumber belajar ini mempunyai dua orang petugas yaitu Mas Robby sebagai pengelola pusat sumber mandiri dan Mbak Heni sebagai pemustaka. Pusat sumber belajar ini sudah berdiri sejak tahun 2005-2014, atau juga sudah selama 14 tahun. Mediothek  / Mei ti zhong  zin in buka seiap senin-jum’at dari jam 07.00-16.00 WIB. Khusus untuk pustaka dibuka mulai jam 09.00 – 13.00 WIB.
B.     Deskripsi Fisik
            Letak pusat sumber belajar ini berada di pusat fakultas sastra  walaupun fakutas satra mempunyai 3 gedung yang letaknya terpisah. Srategis dan mudah dijangkau oleh semua mahasiswa.
            Pusat sumber belajar ini mempunyai cukup banyak fasilitas dengan hanya tempat yang sederhana dan tidak terlalu luas yaitu hanya 6X8 meter. Dengan luas sekitar 48 m2 itu tidak berarti pusat sumber belajar ini tidak mempunyai fasilitas yang mewadahi. Fasilitas yang ada seperti layanan internet gratis, peitipan barang, meja dan kursi diskusi, koputer gratis, printer prabayar, TV, whiteboard, projector, dan Info Point. Disini fasilitas Info Point yaitu dimana berperan ntuk pusat layanan informasi untuk orang-orang  yang ingn mengenal lebih jauh dan ingin kuliah di Jerman.
            Tidak beranjak jauh dari fasilitas-fasilitas yang ada, di pusat sumber belajar ini juga pasti ada perabot apa saja yang ada. Perabot-perabot itu seperti 2 rak buku berukuran 2X1, 4 lemari buku tebl, 1 lemari majalah, 2 set kursi petugas, 1 set loker  yang berisi 30 kotak loker, 20 kursi, 3 meja bundar, 10 komputer umtuk mahasiswa, 2 komputer petugas, 1 telepon,  1 ipad, LCD, projector, whiteboard, tv, fax & e-mail, 1  set speaker, rak sepatu petugas, tempat sampah, rak sepatu pengunjung.
            Pusat  sumber belajar ini juga mempunyai bahaan koleksi berupa  buku, CDD/DVD interaktif,, Skripsi, Majalah, dan Koran. Semua bahan pustaka ini tentang Jerman dan Mandarin, tapi lebih cenderung bayak koleksi yang berjuru ke Jerman. Semua bahan pustaka yang berupa buku sebanyak kuang lebih 500 buku. Bahan pustaka ini diperoleh dari hibah kedutaan Jerman yang ada di Idoneia dan langsung dari Jerman sendiri. Untuk Skripsi semua mahasiswa wajib menyeahkan skripsi di Mediothek / Mei ti zhong  zin.
            Untuk pegaksesan bahan pustaka yang tidak ada di Mediothek / Mei ti zhong  zin bisa di akses secara online yaitu dari web goethe. Cara pemakaiannya yaitu pengguna harus registrasi online terlebih dahulu. Setelah mendapat akses, pemakai bisa membaca secara online dengan jangka waktu dua minggu, jika waktu habis maka pengguna tidak bisa membukanya dan jika ingin membaca lagi harus registrasi ulang. Pusat sumber belajar juga bisa digunaka untuk kegiatan belajar mengajar jika dalam keadaan darurat.
C.    Deskripsi Aktivitas
            Bahan pustaka yang ada di dalam pusat sumber belajar ini boleh dinikmai oleh setiap user. Tapi tidak dapat dipinjam untuk dibawa pulang, hanya dibaca saja ditempat itu. Jika menginginkan fotokopi,  tidak boleh semua bahan pustaka difotokopi kecuali majalah.
            Di pusat sumber belajar ini tidak banyak memiliki kegitan sendiri, kegiatan dari pusat sumber belajar sendiri hanya ada progam belajar mandiri, dan pemutaran video pembelajaran. Untuk kegiatan pembelajaran terkadang menerima pertukaran dari dinas pertukaran pelajar Jerman. Selain menerima konsultasi, para pelajar dari Jerman ini juga mengajar. Sedangkan banyak kegiatan dari mahasiswa yang mengikut-sertakan Mediothek / Mei ti zhong  zin sebagai sarana kegiatan. Kegiatan  itu seperti pelatihan bahasa Jerman se-Malang raya, dan kompetensi bahasa Jermn yang disebut “Deutsche Tage” yang berarti pesta rakyat.


D.    Keunggulan
·         Mampu memberi fasilitas dalam mencari sebuah rujukan yang berhubungan dengan bahasa jerman dan mandarin dengan mudah.
·         Memiliki kerjasama langsung dari kedutaan Jerman yang ada di Indonesia
·         Memiliki kerjasama yang erat dengan negara Jerman.
·         Mampu mendatangkan pengajar dari Jerman langsung
·         Memberikan fasilitas yang memadai dan nyaman ketika menempatinya.

E.     Kelemahan
·         Masih kurangnya ruangan atau masih perlu diperluas agar lebih banyak menampung mahasiswa jurusan bahasa Jerman khususnya.
·         Masih kurangnya publikasi mengenai adanya sumber belajar tersebut.

F.     Rekomendasi
Menurut kelompok kami, saran yang bisa kami berikan selayaknya memang kalau sudah waktunya ruangannya diperbesar, dikarenakan semakin banyaknya mahasiswa yang menggunakan. Disamping itu perlu adanya promosi atau pempublikasian secara luas agar keberadaan pusat sumber belajar ini dapat terlihat.
Dari keunggulan – keunggulan yang ada diharapkan mampu untuk dipertahankan. Sedangkan yang kurang hendaknya diperbaiki.







Daftar rujukan

Irawan, Robby. 2014. Interview “PUSAT SUMBER BELAJAR MEDIOTHEK / MEI TI ZHONG  ZIN. Jl. Semarang 5 Malang
Wardana, Rahmad. 2013. Sumber Belajar










 LAMPIRAN






















                                 




                             










                                                         









                     


Comments

  1. terimakasih informasnya tentang pusat suber belajar yang berada di um, sebagai pusat sumber belajar, tentu akan lebih baik jika ada interaksi antar pengguna, apa agi perpustakaan tersebut diminati oleh pengguna yang mempunyai tujuan khusus, di PSB mediothek mei ti memiliki komunitas apa saja?

    ReplyDelete
  2. komunitas yang saya tau kemarin komunitas mahsiswa yang belajar bahasa jerman

    ReplyDelete
  3. menurut saya, sebaiknya komunitas bukan hanya komunitas mahasiswa yang belajar bahasa jerman. melainkan ada komunitas pendukung lainnya misal: komunitas kebudayaan jerman. Dengan begitu, pengetahuan tentang jerman akan bertambah.

    ReplyDelete
  4. nah disni rata2 komunitas kebudayaan jeraman juga komunitas mahasiswa yang belajar bahsa jerman jadi semuanya masih berhubungan seperti itu

    ReplyDelete
  5. mediothek ini sepenarnya menarik buat mahasisw yang jurusan jerman, dan orang-orang yang menyukai tentang jerman, tapi tidak semua orang mengetahui adanya mediothek tersebut, lalu bagaimana cara mempromosikan mediothek tersebut?

    ReplyDelete
  6. Pusat sumber belajar mediothek ini sangat menarik dengan menyediakan fasilitas yang memadai, apakah ada kegiatan rutin dalam pusat smber belajar ini?

    ReplyDelete
  7. Untuk pengadaannya, selain mendapatkan hibah dari kedutaan dan Jerman langsung. Apakah dari Mediothek sendiri disediakan anggaran untuk pengadaan koleksi??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MOH. ZAWAWI (120213307071) Penerapan literasi informasi dalam keluarga Pengertian literasi informasi LITERASI INFORMASI adalah  kemampuan untuk mengetahui kapan dibutuhkanya informasi, dapat mengidentifikasi , menemukan, mengevaluasi , dan secara efektif menggunakan informasi tersebut dalam isu atau masalah yang dihadapi. Pendit (2012), mengtakan bahwa kata literacy sendiri sebenarnya datang dari bahasa latin, literra yang kemudian dipakai orang inggris untuk kata letter  dengan demikian sebenarnya berurusan dengan aksara atau tulisan . sedangkan definisi information adalah informasi,maka literasi informasi adalah keterbukaan terhadap informasi.

Perpustakaan dalam genggaman kini nyata dengan iPusnas

Perpustakaan dalam genggaman kini nyata dengan iPusnas Halo teman-teman, kembali lagi kita akan membahas ini adalah hal menarik di dunia perpustakaan Indonesia. Yaitu munculnya aplikasi ipusnas, aplikasi ini merupakan gagasan dari Perpustakaan nasional dan persembahan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Ipusnas ini merupakan aplikasi yang diciptakan perpustakaan Nasional Republik Indonesia guna menunjang perpustakaan digital. Aplikasi ini berbasis gratis atau aplikasi yang free bisa kalian download melalui App Store atau play Store. Langsung saja berikut linknya untuk bisa kalian download App Store : https://apps.apple.com/us/app/ipusnas/id1145654398 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=mam.reader.ipusnas Setelah kalian download dan terinstal akan muncul gambar seperti ini. Jadi di sini ada kategori buku bisa kalian klik bisa kalian pilih subjek yang ingin kalian baca buku yang ditampilkan Ini adalah buku yang keseluruhan. Nah ini model kategori ...

Faham Ahlus Sunnah wal Jama'ah

Faham Ahlus Sunnah wal Jama'ah Di antara enam agama besar di dunia, Islam tergolong agama dakwah. Agama dakwah yang dimaksud adalah agama yang di dalamnya usaha menyebarluaskan kebenaran dan mengajak orang- orang yang belum mempercayainya dianggap sebagai tugas suci oleh pendirinya atau oleh para penggantinya. Semangat memperjuangkan kebenaran itulah yang tak kunjung padam dari jiwa para penganutnya sehingga kebenaran itu terwujud dalam pikiran, kata-kata, dan perbuatan. Semangat memperjuangkan kebenaran inilah yang mendorong umat Islam untuk menyampaikan ajaran-ajaran