PENGEMBANGAN
ASPEK PROMOSI, PROGRAM
– PROGRAM DAN ASPEK FISIK DIDALAM PUSAT
SUMBER BELAJAR MEDIOTHEK / MEI TI
ZHONG ZIN
MAKALAH
UNTUK
MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pusat Sumber Belajar
yang
dibina oleh Ibu Kusubakti Andajani
Oleh
Moh.
Zawawi (120213307071)
Intan Winda Oktavia (120213314503)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SASTRA INDONESIA
Desember
2014
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi
Allah yang telah memberikan saya kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah
ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya
dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang "
Pengembangan Pusat Sumber Belajar Mediothek / Mei ti zhong zin ", yang saya
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh
penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun
maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “Pengembangan Pusat Sumber Belajar Mediothek / Mei ti zhong zin” yang sangat
dibutuhkan supaya menambah pengetahuan tentang sejarah media – media apa saja
yang digunakan untuk menyimpan informasi di zaman sebelum adanya kertas. Walaupun
makalah ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail
yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing yaitu bapak ali mas’ud yang telah membimbing penyusun agar dapat
mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan
sesuai kaidah.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih
luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima
kasih.
Malang, 27 November 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
Kata
pengantar ................................................................................................................ I
Daftar
isi ........................................................................................................................ II
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang ................................................................................................... 1
1.2.Tujuan................................................................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN
2.1.
pusat sumber belajar mediothek / mei ti zoung zin............................................ 2
2.1.1. Identitas PSB.......................................................................................... 2
2.1.2. Deskripsi fisik.......................................................................................... 2
2.1.3. Deskripsi aktivitas................................................................................... 3
2.1.4. Keungulan............................................................................................... 4
2.1.5. Kelemahan............................................................................................... 4
2.2.
Langkah – Langkah Pengembangan PSB......................................................... 4
2.3. Pengembangan pusat sumber belajar
mediothek / mei ti zoung zin.................. 5
BAB
III PENUTUP
3.1.
Kesimpulan........................................................................................................ 9
3.2.
Saran.................................................................................................................. 9
LAMPIRAN................................................................................................................. 10
DAFTAR
RUJUKAN ................................................................................................. 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Pusat Sumber Belajar (PSB) merupakan pemusatan secara terpadu berbagai
sumber belajar yang meliputi orang, bahan, peralatan, fasilitas lingkungan,
tujuan dan proses. Secara umum PSB berisi komponen-komponen perpustakaan,
pelayanan audio-visual, peralatan dan produksi, tempat berlatih mengembangkan
kegiatan program instruksional dan tempat mengembangkan alat-alat bantu dalam
pengembangan sistem instruksional. Dalam kenyatannya, PSB yang ideal masih
sulit ditemui, terlebih di kota-kota kecil, bahkan PSB inipun masih langka
ditemukan pada lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Sumber belajar yang
jelas dapat dilihat masih dalam bentuk perpustakaan yang pada dasarnya
merupakan salah satu komponen Pusat Sumber Belajar itu sendiri. Namun demikian
pengelolaan dan organisasi yang baik akan memberikan tujuan-tujuan lembaga yang
optimal pula.
Sebagaimana suatu lembaga, PSB perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik
agar para pengguna sumber belajar dapat menemukan informasi dan sumber-sumber
yang diperlukan terutama dalam kaitannya dengan kebutuhan instruksional. Selain
itu pengembangan PSB akan memudahkan pelaksanaan sirkulasi pelayanan bahan dan
media belajar yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran tertentu.
1.3. TUJUAN
A.
Untuk mengetahui pusat sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin.
B.
Untuk mengetahui langkah – langkah pengembangan pusat sumber belajar.
C.
Untuk mengetahui pengembangan dalam aspek promosi, prorgram – program
dan aspek fisik didalam pusat sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.Pusat
sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin
2.1.1.
Identitas
PSB
Pusat sumber belajar ini bernama Mediothek dalam bahasa Jerman, sedangkan
menurut bahasa Mandari ialah Mei ti zhong
zin. Mediothek ini resmi dibuka
pada tahun 2005. Pusat sumber belajar ini berada di lingkungan Sastra, karena
terletak pada jurusan Sastra Jerman. Tepatanya beralamat jalan Semarang 5
Malang, gedung E6 lantai 1.
Pusat sumber belajar ini merupakan
kepemilikan dari Fakultas Sastra di Universitas Negeri Malang. Mediothek atau juga yang disebut Mei ti zhong
zin ini menanungi mahasiswa Jerman dan Mandarin. Tidak hanya untuk
mahasiswa jurusan Sastra Jerman saja tapi juga menanugi semua orang yang ingin
berlajar bahasa Jerman dan Mandarin selain itu juga ada prosedur untuk
pengunjung non juruan Sastra Jerman,
Di pusat sumber belajar ini
mempunyai dua orang petugas yaitu Mas Robby sebagai pengelola pusat sumber
mandiri dan Mbak Heni sebagai pemustaka. Pusat sumber belajar ini sudah berdiri
sejak tahun 2005-2014, atau juga sudah selama 14 tahun. Mediothek / Mei ti zhong
zin in buka seiap senin-jum’at dari jam 07.00-16.00 WIB. Khusus
untuk pustaka dibuka mulai jam 09.00 – 13.00 WIB.
2.1.2.
Deskripsi
fisik
Letak pusat sumber belajar ini
berada di pusat fakultas sastra walaupun
fakutas satra mempunyai 3 gedung yang letaknya terpisah. Srategis dan mudah
dijangkau oleh semua mahasiswa.
Pusat sumber belajar ini mempunyai
cukup banyak fasilitas dengan hanya tempat yang sederhana dan tidak terlalu
luas yaitu hanya 6X8 meter. Dengan luas sekitar 48 m2 itu tidak
berarti pusat sumber belajar ini tidak mempunyai fasilitas yang mewadahi.
Fasilitas yang ada seperti layanan internet gratis, peitipan barang, meja dan
kursi diskusi, koputer gratis, printer prabayar, TV, whiteboard, projector, dan Info
Point. Disini fasilitas Info Point
yaitu dimana berperan ntuk pusat layanan informasi untuk orang-orang yang ingn mengenal lebih jauh dan ingin
kuliah di Jerman.
Tidak beranjak jauh dari
fasilitas-fasilitas yang ada, di pusat sumber belajar ini juga pasti ada
perabot apa saja yang ada. Perabot-perabot itu seperti 2 rak buku berukuran
2X1, 4 lemari buku tebl, 1 lemari majalah, 2 set kursi petugas, 1 set
loker yang berisi 30 kotak loker, 20
kursi, 3 meja bundar, 10 komputer umtuk mahasiswa, 2 komputer petugas, 1
telepon, 1 ipad, LCD, projector,
whiteboard, tv, fax & e-mail, 1
set speaker, rak sepatu
petugas, tempat sampah, rak sepatu pengunjung.
Pusat sumber belajar ini juga mempunyai bahaan
koleksi berupa buku, CDD/DVD interaktif,, Skripsi, Majalah,
dan Koran. Semua bahan pustaka ini tentang Jerman dan Mandarin, tapi lebih
cenderung bayak koleksi yang berjuru ke Jerman. Semua bahan pustaka yang berupa
buku sebanyak kuang lebih 500 buku. Bahan pustaka ini diperoleh dari hibah
kedutaan Jerman yang ada di Idoneia dan langsung dari Jerman sendiri. Untuk
Skripsi semua mahasiswa wajib menyeahkan skripsi di Mediothek / Mei ti zhong zin.
Untuk pegaksesan bahan pustaka yang
tidak ada di Mediothek / Mei ti
zhong zin bisa di akses secara
online yaitu dari web goethe. Cara
pemakaiannya yaitu pengguna harus registrasi online terlebih dahulu. Setelah
mendapat akses, pemakai bisa membaca secara online dengan jangka waktu dua
minggu, jika waktu habis maka pengguna tidak bisa membukanya dan jika ingin
membaca lagi harus registrasi ulang. Pusat
sumber belajar juga bisa digunaka untuk kegiatan belajar mengajar jika dalam
keadaan darurat.
2.1.3.
Deskripsi
aktivitas
Bahan pustaka yang ada di dalam
pusat sumber belajar ini boleh dinikmai oleh setiap user. Tapi tidak dapat dipinjam untuk dibawa pulang, hanya dibaca
saja ditempat itu. Jika menginginkan fotokopi,
tidak boleh semua bahan pustaka difotokopi kecuali majalah.
Di pusat sumber belajar ini tidak
banyak memiliki kegitan sendiri, kegiatan dari pusat sumber belajar sendiri
hanya ada progam belajar mandiri, dan pemutaran video pembelajaran. Untuk kegiatan pembelajaran terkadang menerima
pertukaran dari dinas pertukaran pelajar Jerman. Selain menerima konsultasi,
para pelajar dari Jerman ini juga mengajar. Sedangkan banyak kegiatan dari
mahasiswa yang mengikut-sertakan Mediothek
/ Mei ti zhong zin sebagai sarana
kegiatan. Kegiatan itu seperti pelatihan
bahasa Jerman se-Malang raya, dan kompetensi bahasa Jermn yang disebut “Deutsche Tage” yang berarti pesta
rakyat.
2.1.4.
Keungulan
·
Mampu memberi fasilitas dalam mencari
sebuah rujukan yang berhubungan dengan bahasa jerman dan mandarin dengan mudah.
·
Memiliki kerjasama langsung dari
kedutaan Jerman yang ada di Indonesia
·
Memiliki kerjasama yang erat dengan
negara Jerman.
·
Mampu mendatangkan pengajar dari Jerman
langsung
·
Memberikan fasilitas yang memadai dan
nyaman ketika menempatinya.
2.1.5.
Kelemahan
·
Masih kurangnya ruangan atau masih perlu
diperluas agar lebih banyak menampung mahasiswa jurusan bahasa Jerman
khususnya.
·
Masih kurangnya publikasi mengenai
adanya sumber belajar tersebut.
2.2. Langkah-langkah
pengembangan pusat sumber belajar
1. Melakukan analisis kebutuhan dan studi kelayakan PSB disatuan pendidikan
Langkah-langkah dalam kegiatan analisis kebutuhan
meliputi 3 tahap, yaitu:
a. Perancangan
: meliputi penentuan fokus analisis kebutuhan, penentuan teknik, pengumpulan
data, dan pengembangan instrument.
b. Pelaksanaan :
melakukan pengumpulan data sesuai dengan teknik pengumpulan data dan
instrumen yang telah ditentukan dalam perancangan dan menganalisisnya.
c. Pelaporan :
melaporkan hasil analisis kebutuhan tersebut. isi dari laporan tersebut adalah
sumber-sumber belajar yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran.
2. Mengembangkan sarana fisik PSB berdasarkan
fungsi-fungsi yang akan dikembangkan.
Banyak PSB yang sudah berdiri lambat laun mengalami
kemunduran(menjadi tidak fungsional lagi) dikarenakan semata-mata kurangnya
perawatan dan upaya untuk memperbaharui sarana dan prasaran yang dimiliki,
khususnya software pembelajaran seperti buku pelajaran, jurnal, hasil
penelitian, biografi dll.
Dalam mengembangkan PSB perlu diperhatikan hal-hal
berikut :
a.
Mengembangkan sarana dan fasilitas PSB yang
berorientasi kepada 5 fungsi yang ada di PSB.
b.
Mengembangkan sarana dan fasilitas PSB tidak semata-mata
berorientasi pada pencapaian tujuan, tetapi juga untuk pencapaian benefit.
c.
Mengembangkan sarana dan fasilitas PSB yang
berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi (menggunakan system jaringan
yang terintegrasi dengan perpustakaan secara nasional)
3. Mengembangkan
program-program PSB yang berorientasi pada pencapaian tujuan, sosial dan
benefit. Pengembangan sumber belajar merupakan salah satu fungsi yang
penting dalam setiap PSB , baik meliputi media dan bahan ajar yang berupa cetak
maupun noncetak. Pengembangan media dan bahan belajar ini dapat dilakukan
dengan cara:
a. Membuat atau
menulis sendiri.
b. Memodifikasi
atau kompilasi menggunakan media dan bahan belajar yang telah ada dipasaran,
tetapi diadakan perubahan atau penambahan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
c. Mengadaptasi
menggunakan sebagian atau secara utuh dengan melengkapi panduan belajar dalam
menggunakan media dan bahan belajar yang telah ada dipasaran.
2.3.Pengembangan
pusat sumber belajar mediothek / mei
ti zhong zin
Pengembangan dalam aspek promosi
.Keberadaan pusat sumber belajar Mediothek / Mei ti
zhong zin jarang
diketahui oleh mahasiswa UM. Pusat sumber belajar ini sebenarnya tidak hanya
diperuntukkan bagi mahasiswa jurusan sastra jerman dan mandarin saja, namun
karena tidak adanya promosi menjadikan tempat ini hampir tidak pernah
dikunjungi oleh mahasiswa selain jurusan sastra jerman dan mandarin. Selayaknya
agar dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa UM lain, pusat sumber belajar ini
hendaknya melakukan promosi dan pemasaran. Promosi pusat sumber belajar ini adalah
aktivitas memperkenalkan
dari segi fasilitas, koleksi jenis layanan, dan manfaat yang dapat diperoleh
oleh setiap pemakai secara lebih terperinci. Promosi
yang dilakukan adalah agar pusat
sumber belajar tersebut dikenal dan diketahui keberadaan serta layanan
yang tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sarana promosi merupakan lahan, cara atau
tempat kita untuk menuangkan ide atau gagasan dalam melaksanakan suatu promosi
tersebut dan bisa juga sarana/media promosi yang digunakan. Media tersebut
secara umum terbagi menjadi 2 (dua) jenis utama, yaitu media tercetak, lazim
disebut media konvensional dan media elektronik. Selain media, sebetulnya pusat sumber belajar Mediothek / Mei ti
zhong zin bisa melaksanakan promosi berbasis aktifitas, seperti
penyuluhan, kegiatan peningkatan keterampilan,
Perencanaan pemasaran pusat sumber
belajar ini bisa dipisah menjadi 4 kegiatan utama.
1. Identifikasi
Dalam hal ini Mediothek / Mei ti
zhong zin harus
dapat menentukan area atau tempat yang strategis. Karakteristik pemakai adalah
mahasiswa jurusan sastra, maka gedung tempat pusat sumber belajar ini sudah
cukup tepat karena berada di tengah fakultas sastra. Namun penempatan ruangnya
harusnya berada di area yang mudah terlihat oleh mahasiswa seperti disebelah
pintu masuk dedung atau di awal masuk gedung.
2. Menarik perhatian
Menarik perhatian adalah usaha memikat konsumen potensial sehingga
mereka mau berkunjung. Sesekali pusat sumber belajar Mediothek / Mei ti
zhong zin mengdakan
suatu kegiatan yang melibatkan mahasiswa selain jurusan sastra jerman dan
mandarin.
3. Melayani
Sering tidak disadari, bahwa pelayanan itu sendiri adalah sebuah
perangkat marketing yang sangat potensial. Pelayanan melibatkan sumber daya
manusia, komoditas yang ditawarkan, dan sistem pemasaran. Petugas melayani pengguna dengan ramah dan senyum.
Dari segi Penataan, ruangan dibuat menarik, posisi strategis, pewarnaan yang
baik. Informasi koleksi mudah didapatkan, koleksi
tertata rapi.
4. Memperoleh dukungn
Tujuan akhir dari sebuah pemasaran adalah adanya dukungan baik langsung
maupun tidak langsung terhadap suatu produk. Dukungan ini tercermin dari adanya
dua kategori pelanggan, yaitu kategori pelanggan potensial dan pelanggan aktif.
Pengembangan dalam aspek program –
program PSB
Dalam
PSB program yang jelas, terkontrol dan bersetandar sangat diperlukan supaya
dapat memberikan hasil yang dapat memuaskan dalam pusat sumber belajar itu
sendiri. Control dan standar diperlukan, agar menjamin efektivitas dan efisiensi
kegiatan. Ada lima sistem program yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran,
yakni :
a) Sistem Instruksional (The
Instructional System)
Berisikan seluruh metode dan
material yang harus diselesaikan untuk melengkapi tujuan instruksional khusus.
b) Sistem Pelatihan (The
Training System)
Materi dan prosedur yang dibutuhkan
untuk melatih guru dan profesi lainnya yang bertanggung jawab untuk mendukung
pembelajaran.
c) Sistem Instalasi (the
Installation System)
Terdiri dari prosedur dan material
yang dibutuhkan oleh seorang pengguna untuk mengenalkan dan memasang program
pembelajaran yang efektif.
d) Sistem Akuntabilitas
(The Acountability System)
Merupakan bagian utama dari control
dan standar. Termasuk didalamnya seluruh mekanisme yang dibutuhkan untuk
memelihara kecakapan siswa secara maksimum dan terjaminnya sistem pembelajaran,
sistem penilaian dan sistem instalasi.
e) Sistem Modifikasi (The
Modification System)
Pengadaan sistem ini untuk program
evaluasi dan program peningkatan. Termasuk di dalamnya prosedur, material dan
strategi yang dibutuhkan untuk menganalisa operasi dari sistem yang disebut di
atas, dan mendeteksi adanya keterbatasan spesifik, dan untuk member efek pada
peningkatan program dan kinerja.
Pengembangan dalam aspek fisik
Jika
dilihat di atas diskripsi fisik mengenai pusat sumber belajar mediothek /
mei ti zhong zin. Dilihat dari ruangannya yang tergolong kecil
dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang semakin tahun semakin banyak, maka
perlu diadakan perluasan. Bagian depan ruangan perlu dibuat lebih menarik
perhatian mahasiswa untuk berkunjung dan memanfaatkan pusat sumber belajar ini.
Kebanyakan
koleksi pustaka di pusat sumber belajar
mediothek / mei ti zhong zin adalah
berupa bahan bacaan fiksi. Hendaknya diperlukan pengadaan bahan bacaan non
fiksi yang berkaitan dengan jurusan sastra jerman dan mandarin sehingga dapat
lebih menunjang pelajaran di kelas.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pusat
sumber belajar ini bernama Mediothek dalam
bahasa Jerman, sedangkan menurut bahasa Mandari ialah Mei ti zhong zin. Mediothek ini
resmi dibuka pada tahun 2005. Pusat sumber belajar ini berada di lingkungan
Sastra, karena terletak pada jurusan Sastra Jerman.
Bahan
pustaka yang ada di dalam pusat sumber belajar ini boleh dinikmai oleh setiap user. Tapi tidak dapat dipinjam untuk
dibawa pulang, hanya dibaca saja ditempat itu. Jika menginginkan fotokopi, tidak boleh semua bahan pustaka difotokopi
kecuali majalah.
Pusat
sumber belajar ini mempunyai cukup banyak fasilitas dengan hanya tempat yang
sederhana dan tidak terlalu luas yaitu hanya 6X8 meter. Dengan luas sekitar 48
m2 itu tidak berarti pusat sumber belajar ini tidak mempunyai
fasilitas yang mewadahi. Fasilitas yang ada seperti layanan internet gratis,
peitipan barang, meja dan kursi diskusi, koputer gratis, printer prabayar, TV, whiteboard, projector, dan Info Point. Disini fasilitas Info Point yaitu dimana berperan ntuk
pusat layanan informasi untuk orang-orang
yang ingn mengenal lebih jauh dan ingin kuliah di Jerman.
3.2. Saran
Menurut
kelompok kami, saran yang bisa kami berikan selayaknya memang kalau sudah
waktunya ruangannya diperbesar, dikarenakan semakin banyaknya mahasiswa yang
menggunakan. Disamping itu perlu adanya promosi atau pempublikasian secara luas
agar keberadaan pusat sumber belajar ini dapat terlihat.
Dari
keunggulan – keunggulan yang ada diharapkan mampu untuk dipertahankan.
Sedangkan yang kurang hendaknya diperbaiki.
LAMPIRAN

















DAFTAR RUJUKAN
Basu
Swastha DH, MBA & Irawan MBA. 1992. Manajemen
Pemasaran Modern. Yogyakarta: Liberty.
Cannon, Joseph P.
dkk. 2008. Pemasaran Dasar: Pendekatan
Manajerial Global. Jakarta: Salemba Empat.
Irawan,
Robby. 2014. Interview “ Pusat Sumber
Belajar Mediothek/ Mei Ti Zhoung Zin. Jl.
Semarang 5 Malang.
Padmo, Dewi (Editor). 2003. Teknologi Pembelajaran.Jakarta:
PAU-UT.
Wardana,
Rahmad. 2013. Sumber belajar .
Terimakasih infonya,
ReplyDeleteMengenai pengembangan sarana fisik PSB berdasarkan fungsi-fungsi yang akan dikembangkan maksud dari memodifikasi atau kompilasi menggunakan media dan bahan belajar yang telah ada dipasaran ini seperti apa? dan bagaimana?
Cptoh media pembelajaran suda ada di pasaran seperti leptop radio, CD, telepon. Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar dll
Deleteapakah disana ada kerjasama antara perpustakaan dengan dosen atau orang yang ahli di bidang sastra jerman dan mandarin?
ReplyDeleteada tapi bidang perpustakaan tidak ada
Deleteapa keuntungannya dari semua kerjasama itu?
ReplyDelete