Skip to main content
PENGEMBANGAN ASPEK PROMOSI, PROGRAM – PROGRAM DAN ASPEK FISIK DIDALAM PUSAT SUMBER BELAJAR MEDIOTHEK / MEI TI ZHONG ZIN

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pusat Sumber Belajar
yang dibina oleh Ibu Kusubakti Andajani


Oleh
Moh. Zawawi (120213307071)
Intan Winda Oktavia (120213314503)


Description: logo-um1.jpg





UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SASTRA INDONESIA
Desember 2014





KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang " Pengembangan Pusat Sumber Belajar Mediothek / Mei ti zhong zin ", yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “Pengembangan Pusat Sumber Belajar Mediothek / Mei ti zhong zin” yang sangat dibutuhkan supaya menambah pengetahuan tentang sejarah media – media apa saja yang digunakan untuk menyimpan informasi di zaman sebelum adanya kertas. Walaupun makalah ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu bapak ali mas’ud yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan sesuai kaidah.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.

Malang, 27 November 2014

                                                                                              
Penulis


DAFTAR ISI
         Halaman
Kata pengantar ................................................................................................................ I
Daftar isi ........................................................................................................................ II
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang ................................................................................................... 1
1.2.Tujuan................................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1. pusat sumber belajar mediothek / mei ti zoung zin............................................ 2
       2.1.1. Identitas PSB.......................................................................................... 2
       2.1.2. Deskripsi fisik.......................................................................................... 2
       2.1.3. Deskripsi aktivitas................................................................................... 3
       2.1.4. Keungulan............................................................................................... 4
       2.1.5. Kelemahan............................................................................................... 4
2.2. Langkah – Langkah Pengembangan PSB......................................................... 4
       2.3. Pengembangan pusat sumber belajar mediothek / mei ti zoung zin.................. 5

BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan........................................................................................................ 9
3.2. Saran.................................................................................................................. 9

LAMPIRAN................................................................................................................. 10
DAFTAR RUJUKAN ................................................................................................. 14







BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Pusat Sumber Belajar (PSB) merupakan pemusatan secara terpadu berbagai sumber belajar yang meliputi orang, bahan, peralatan, fasilitas lingkungan, tujuan dan proses. Secara umum PSB berisi komponen-komponen perpustakaan, pelayanan audio-visual, peralatan dan produksi, tempat berlatih mengembangkan kegiatan program instruksional dan tempat mengembangkan alat-alat bantu dalam pengembangan sistem instruksional. Dalam kenyatannya, PSB yang ideal masih sulit ditemui, terlebih di kota-kota kecil, bahkan PSB inipun masih langka ditemukan pada lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Sumber belajar yang jelas dapat dilihat masih dalam bentuk perpustakaan yang pada dasarnya merupakan salah satu komponen Pusat Sumber Belajar itu sendiri. Namun demikian pengelolaan dan organisasi yang baik akan memberikan tujuan-tujuan lembaga yang optimal pula.  
Sebagaimana suatu lembaga, PSB perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik agar para pengguna sumber belajar dapat menemukan informasi dan sumber-sumber yang diperlukan terutama dalam kaitannya dengan kebutuhan instruksional. Selain itu pengembangan PSB akan memudahkan pelaksanaan sirkulasi pelayanan bahan dan media belajar yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran tertentu.


1.3.       TUJUAN
A.    Untuk mengetahui pusat sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin.
B.     Untuk mengetahui langkah – langkah pengembangan pusat sumber belajar.
C.     Untuk mengetahui pengembangan dalam aspek promosi, prorgram – program dan aspek fisik didalam pusat sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pusat sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin
2.1.1.  Identitas PSB
            Pusat sumber belajar ini bernama Mediothek dalam bahasa Jerman, sedangkan menurut bahasa Mandari ialah Mei ti zhong zin. Mediothek ini resmi dibuka pada tahun 2005. Pusat sumber belajar ini berada di lingkungan Sastra, karena terletak pada jurusan Sastra Jerman. Tepatanya beralamat jalan Semarang 5 Malang, gedung E6 lantai 1.
            Pusat sumber belajar ini merupakan kepemilikan dari Fakultas Sastra di Universitas Negeri Malang. Mediothek atau juga yang disebut Mei ti zhong  zin ini menanungi mahasiswa Jerman dan Mandarin. Tidak hanya untuk mahasiswa jurusan Sastra Jerman saja tapi juga menanugi semua orang yang ingin berlajar bahasa Jerman dan Mandarin selain itu juga ada prosedur untuk pengunjung non juruan Sastra Jerman,
            Di pusat sumber belajar ini mempunyai dua orang petugas yaitu Mas Robby sebagai pengelola pusat sumber mandiri dan Mbak Heni sebagai pemustaka. Pusat sumber belajar ini sudah berdiri sejak tahun 2005-2014, atau juga sudah selama 14 tahun. Mediothek  / Mei ti zhong  zin in buka seiap senin-jum’at dari jam 07.00-16.00 WIB. Khusus untuk pustaka dibuka mulai jam 09.00 – 13.00 WIB.
2.1.2.  Deskripsi fisik
            Letak pusat sumber belajar ini berada di pusat fakultas sastra  walaupun fakutas satra mempunyai 3 gedung yang letaknya terpisah. Srategis dan mudah dijangkau oleh semua mahasiswa.
            Pusat sumber belajar ini mempunyai cukup banyak fasilitas dengan hanya tempat yang sederhana dan tidak terlalu luas yaitu hanya 6X8 meter. Dengan luas sekitar 48 m2 itu tidak berarti pusat sumber belajar ini tidak mempunyai fasilitas yang mewadahi. Fasilitas yang ada seperti layanan internet gratis, peitipan barang, meja dan kursi diskusi, koputer gratis, printer prabayar, TV, whiteboard, projector, dan Info Point. Disini fasilitas Info Point yaitu dimana berperan ntuk pusat layanan informasi untuk orang-orang  yang ingn mengenal lebih jauh dan ingin kuliah di Jerman.
            Tidak beranjak jauh dari fasilitas-fasilitas yang ada, di pusat sumber belajar ini juga pasti ada perabot apa saja yang ada. Perabot-perabot itu seperti 2 rak buku berukuran 2X1, 4 lemari buku tebl, 1 lemari majalah, 2 set kursi petugas, 1 set loker  yang berisi 30 kotak loker, 20 kursi, 3 meja bundar, 10 komputer umtuk mahasiswa, 2 komputer petugas, 1 telepon,  1 ipad, LCD, projector, whiteboard, tv, fax & e-mail, 1  set speaker, rak sepatu petugas, tempat sampah, rak sepatu pengunjung.
            Pusat  sumber belajar ini juga mempunyai bahaan koleksi berupa  buku, CDD/DVD interaktif,, Skripsi, Majalah, dan Koran. Semua bahan pustaka ini tentang Jerman dan Mandarin, tapi lebih cenderung bayak koleksi yang berjuru ke Jerman. Semua bahan pustaka yang berupa buku sebanyak kuang lebih 500 buku. Bahan pustaka ini diperoleh dari hibah kedutaan Jerman yang ada di Idoneia dan langsung dari Jerman sendiri. Untuk Skripsi semua mahasiswa wajib menyeahkan skripsi di Mediothek / Mei ti zhong  zin.
            Untuk pegaksesan bahan pustaka yang tidak ada di Mediothek / Mei ti zhong  zin bisa di akses secara online yaitu dari web goethe. Cara pemakaiannya yaitu pengguna harus registrasi online terlebih dahulu. Setelah mendapat akses, pemakai bisa membaca secara online dengan jangka waktu dua minggu, jika waktu habis maka pengguna tidak bisa membukanya dan jika ingin membaca lagi harus registrasi ulang. Pusat sumber belajar juga bisa digunaka untuk kegiatan belajar mengajar jika dalam keadaan darurat.
2.1.3.  Deskripsi aktivitas
            Bahan pustaka yang ada di dalam pusat sumber belajar ini boleh dinikmai oleh setiap user. Tapi tidak dapat dipinjam untuk dibawa pulang, hanya dibaca saja ditempat itu. Jika menginginkan fotokopi,  tidak boleh semua bahan pustaka difotokopi kecuali majalah.
            Di pusat sumber belajar ini tidak banyak memiliki kegitan sendiri, kegiatan dari pusat sumber belajar sendiri hanya ada progam belajar mandiri, dan pemutaran video pembelajaran. Untuk kegiatan pembelajaran terkadang menerima pertukaran dari dinas pertukaran pelajar Jerman. Selain menerima konsultasi, para pelajar dari Jerman ini juga mengajar. Sedangkan banyak kegiatan dari mahasiswa yang mengikut-sertakan Mediothek / Mei ti zhong  zin sebagai sarana kegiatan. Kegiatan  itu seperti pelatihan bahasa Jerman se-Malang raya, dan kompetensi bahasa Jermn yang disebut “Deutsche Tage” yang berarti pesta rakyat.


2.1.4.  Keungulan
·         Mampu memberi fasilitas dalam mencari sebuah rujukan yang berhubungan dengan bahasa jerman dan mandarin dengan mudah.
·         Memiliki kerjasama langsung dari kedutaan Jerman yang ada di Indonesia
·         Memiliki kerjasama yang erat dengan negara Jerman.
·         Mampu mendatangkan pengajar dari Jerman langsung
·         Memberikan fasilitas yang memadai dan nyaman ketika menempatinya.
2.1.5.  Kelemahan
·         Masih kurangnya ruangan atau masih perlu diperluas agar lebih banyak menampung mahasiswa jurusan bahasa Jerman khususnya.
·         Masih kurangnya publikasi mengenai adanya sumber belajar tersebut.

2.2. Langkah-langkah pengembangan pusat  sumber  belajar
1.    Melakukan analisis kebutuhan dan studi kelayakan PSB disatuan pendidikan
Langkah-langkah dalam kegiatan analisis kebutuhan meliputi 3 tahap, yaitu:
a.       Perancangan : meliputi penentuan fokus analisis kebutuhan, penentuan teknik, pengumpulan data, dan pengembangan instrument.
b.      Pelaksanaan : melakukan pengumpulan data sesuai dengan teknik pengumpulan data  dan instrumen yang telah ditentukan dalam perancangan dan  menganalisisnya.
c.       Pelaporan : melaporkan hasil analisis kebutuhan tersebut. isi dari laporan tersebut adalah sumber-sumber belajar yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran.
2.   Mengembangkan sarana fisik PSB berdasarkan fungsi-fungsi yang akan dikembangkan.
Banyak PSB yang sudah berdiri lambat laun mengalami kemunduran(menjadi tidak fungsional lagi) dikarenakan semata-mata kurangnya perawatan dan upaya untuk memperbaharui sarana dan prasaran yang dimiliki, khususnya  software pembelajaran seperti buku pelajaran, jurnal, hasil penelitian, biografi dll.
Dalam mengembangkan PSB perlu diperhatikan hal-hal berikut :
a.    Mengembangkan sarana dan fasilitas PSB yang berorientasi kepada 5 fungsi yang ada di PSB.
b.    Mengembangkan sarana dan fasilitas PSB tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian tujuan, tetapi juga untuk pencapaian benefit.
c.    Mengembangkan sarana dan fasilitas PSB yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi (menggunakan system jaringan yang terintegrasi dengan perpustakaan secara nasional)
3. Mengembangkan program-program PSB yang berorientasi pada pencapaian tujuan, sosial dan benefit. Pengembangan sumber belajar merupakan salah satu fungsi yang penting dalam setiap PSB , baik meliputi media dan bahan ajar yang berupa cetak maupun noncetak. Pengembangan media dan bahan belajar ini dapat dilakukan dengan cara:
                                                    a.     Membuat atau menulis sendiri.
                                                   b.     Memodifikasi atau kompilasi menggunakan media dan bahan belajar yang telah ada dipasaran, tetapi diadakan perubahan atau penambahan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
                                                    c.     Mengadaptasi menggunakan sebagian atau secara utuh dengan melengkapi panduan belajar dalam menggunakan media dan bahan belajar yang telah ada dipasaran.

2.3.Pengembangan pusat sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin
Pengembangan dalam aspek promosi
.Keberadaan pusat sumber belajar Mediothek  / Mei ti zhong  zin jarang diketahui oleh mahasiswa UM. Pusat sumber belajar ini sebenarnya tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa jurusan sastra jerman dan mandarin saja, namun karena tidak adanya promosi menjadikan tempat ini hampir tidak pernah dikunjungi oleh mahasiswa selain jurusan sastra jerman dan mandarin. Selayaknya agar dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa UM lain, pusat sumber belajar ini hendaknya melakukan promosi dan pemasaran. Promosi pusat sumber belajar ini adalah aktivitas memperkenalkan dari segi fasilitas, koleksi jenis layanan, dan manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap pemakai secara lebih terperinci. Promosi yang dilakukan adalah agar pusat sumber belajar tersebut dikenal dan diketahui keberadaan serta layanan yang tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
            Sarana promosi merupakan lahan, cara atau tempat kita untuk menuangkan ide atau gagasan dalam melaksanakan suatu promosi tersebut dan bisa juga sarana/media promosi yang digunakan. Media tersebut secara umum terbagi menjadi 2 (dua) jenis utama, yaitu media tercetak, lazim disebut media konvensional dan media elektronik. Selain media, sebetulnya pusat sumber belajar Mediothek  / Mei ti zhong  zin bisa melaksanakan promosi berbasis aktifitas, seperti penyuluhan, kegiatan peningkatan keterampilan,
            Perencanaan pemasaran pusat sumber belajar ini bisa dipisah menjadi 4 kegiatan utama.
1.      Identifikasi
            Dalam hal ini Mediothek  / Mei ti zhong  zin harus dapat menentukan area atau tempat yang strategis. Karakteristik pemakai adalah mahasiswa jurusan sastra, maka gedung tempat pusat sumber belajar ini sudah cukup tepat karena berada di tengah fakultas sastra. Namun penempatan ruangnya harusnya berada di area yang mudah terlihat oleh mahasiswa seperti disebelah pintu masuk dedung atau di awal masuk gedung.
2.      Menarik perhatian
            Menarik perhatian adalah usaha memikat konsumen potensial sehingga mereka mau berkunjung. Sesekali pusat sumber belajar Mediothek  / Mei ti zhong  zin mengdakan suatu kegiatan yang melibatkan mahasiswa selain jurusan sastra jerman dan mandarin.
3.      Melayani
            Sering tidak disadari, bahwa pelayanan itu sendiri adalah sebuah perangkat marketing yang sangat potensial. Pelayanan melibatkan sumber daya manusia, komoditas yang ditawarkan, dan sistem pemasaran. Petugas melayani pengguna dengan ramah dan senyum. Dari segi Penataan, ruangan dibuat menarik, posisi strategis, pewarnaan yang baik. Informasi koleksi mudah didapatkan, koleksi tertata rapi.
4.      Memperoleh dukungn
            Tujuan akhir dari sebuah pemasaran adalah adanya dukungan baik langsung maupun tidak langsung terhadap suatu produk. Dukungan ini tercermin dari adanya dua kategori pelanggan, yaitu kategori pelanggan potensial dan pelanggan aktif.

Pengembangan dalam aspek program – program PSB
Dalam PSB program yang jelas, terkontrol dan bersetandar sangat diperlukan supaya dapat memberikan hasil yang dapat memuaskan dalam pusat sumber belajar itu sendiri. Control dan standar diperlukan, agar menjamin efektivitas dan efisiensi kegiatan. Ada lima sistem program yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran, yakni :
a) Sistem Instruksional (The Instructional System)
Berisikan seluruh metode dan material yang harus diselesaikan untuk melengkapi tujuan instruksional khusus.
b) Sistem Pelatihan (The Training System)
Materi dan prosedur yang dibutuhkan untuk melatih guru dan profesi lainnya yang bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran.
c) Sistem Instalasi (the Installation System)
Terdiri dari prosedur dan material yang dibutuhkan oleh seorang pengguna untuk mengenalkan dan memasang program pembelajaran yang efektif.
d)  Sistem Akuntabilitas (The Acountability System)
Merupakan bagian utama dari control dan standar. Termasuk didalamnya seluruh mekanisme yang dibutuhkan untuk memelihara kecakapan siswa secara maksimum dan terjaminnya sistem pembelajaran, sistem penilaian dan sistem instalasi.
e) Sistem Modifikasi (The Modification System)
Pengadaan sistem ini untuk program evaluasi dan program peningkatan. Termasuk di dalamnya prosedur, material dan strategi yang dibutuhkan untuk menganalisa operasi dari sistem yang disebut di atas, dan mendeteksi adanya keterbatasan spesifik, dan untuk member efek pada peningkatan program dan kinerja.

Pengembangan dalam aspek fisik
Jika dilihat di atas diskripsi fisik mengenai pusat sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin. Dilihat dari ruangannya yang tergolong kecil dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang semakin tahun semakin banyak, maka perlu diadakan perluasan. Bagian depan ruangan perlu dibuat lebih menarik perhatian mahasiswa untuk berkunjung dan memanfaatkan pusat sumber belajar ini.
Kebanyakan koleksi pustaka di pusat sumber belajar mediothek / mei ti zhong zin adalah berupa bahan bacaan fiksi. Hendaknya diperlukan pengadaan bahan bacaan non fiksi yang berkaitan dengan jurusan sastra jerman dan mandarin sehingga dapat lebih menunjang pelajaran di kelas.


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Pusat sumber belajar ini bernama Mediothek dalam bahasa Jerman, sedangkan menurut bahasa Mandari ialah Mei ti zhong zin. Mediothek ini resmi dibuka pada tahun 2005. Pusat sumber belajar ini berada di lingkungan Sastra, karena terletak pada jurusan Sastra Jerman.
Bahan pustaka yang ada di dalam pusat sumber belajar ini boleh dinikmai oleh setiap user. Tapi tidak dapat dipinjam untuk dibawa pulang, hanya dibaca saja ditempat itu. Jika menginginkan fotokopi,  tidak boleh semua bahan pustaka difotokopi kecuali majalah.
Pusat sumber belajar ini mempunyai cukup banyak fasilitas dengan hanya tempat yang sederhana dan tidak terlalu luas yaitu hanya 6X8 meter. Dengan luas sekitar 48 m2 itu tidak berarti pusat sumber belajar ini tidak mempunyai fasilitas yang mewadahi. Fasilitas yang ada seperti layanan internet gratis, peitipan barang, meja dan kursi diskusi, koputer gratis, printer prabayar, TV, whiteboard, projector, dan Info Point. Disini fasilitas Info Point yaitu dimana berperan ntuk pusat layanan informasi untuk orang-orang  yang ingn mengenal lebih jauh dan ingin kuliah di Jerman.
3.2. Saran
Menurut kelompok kami, saran yang bisa kami berikan selayaknya memang kalau sudah waktunya ruangannya diperbesar, dikarenakan semakin banyaknya mahasiswa yang menggunakan. Disamping itu perlu adanya promosi atau pempublikasian secara luas agar keberadaan pusat sumber belajar ini dapat terlihat.
Dari keunggulan – keunggulan yang ada diharapkan mampu untuk dipertahankan. Sedangkan yang kurang hendaknya diperbaiki.


LAMPIRAN



















                                 




                             









                                                         























DAFTAR RUJUKAN
Basu Swastha DH, MBA & Irawan MBA. 1992. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta: Liberty.
Cannon, Joseph P. dkk. 2008. Pemasaran Dasar: Pendekatan Manajerial Global. Jakarta: Salemba Empat.
Irawan, Robby. 2014. Interview “ Pusat Sumber Belajar Mediothek/ Mei Ti Zhoung Zin. Jl.
              Semarang 5 Malang.
Padmo, Dewi (Editor). 2003. Teknologi Pembelajaran.Jakarta: PAU-UT.
Wardana, Rahmad. 2013. Sumber belajar .



Makalah selengkapnya klik disini

Video presentasi





                                                                                                               

Comments

  1. Terimakasih infonya,
    Mengenai pengembangan sarana fisik PSB berdasarkan fungsi-fungsi yang akan dikembangkan maksud dari memodifikasi atau kompilasi menggunakan media dan bahan belajar yang telah ada dipasaran ini seperti apa? dan bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cptoh media pembelajaran suda ada di pasaran seperti leptop radio, CD, telepon. Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar dll

      Delete
  2. apakah disana ada kerjasama antara perpustakaan dengan dosen atau orang yang ahli di bidang sastra jerman dan mandarin?

    ReplyDelete
  3. apa keuntungannya dari semua kerjasama itu?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MOH. ZAWAWI (120213307071) Penerapan literasi informasi dalam keluarga Pengertian literasi informasi LITERASI INFORMASI adalah  kemampuan untuk mengetahui kapan dibutuhkanya informasi, dapat mengidentifikasi , menemukan, mengevaluasi , dan secara efektif menggunakan informasi tersebut dalam isu atau masalah yang dihadapi. Pendit (2012), mengtakan bahwa kata literacy sendiri sebenarnya datang dari bahasa latin, literra yang kemudian dipakai orang inggris untuk kata letter  dengan demikian sebenarnya berurusan dengan aksara atau tulisan . sedangkan definisi information adalah informasi,maka literasi informasi adalah keterbukaan terhadap informasi.

Perpustakaan dalam genggaman kini nyata dengan iPusnas

Perpustakaan dalam genggaman kini nyata dengan iPusnas Halo teman-teman, kembali lagi kita akan membahas ini adalah hal menarik di dunia perpustakaan Indonesia. Yaitu munculnya aplikasi ipusnas, aplikasi ini merupakan gagasan dari Perpustakaan nasional dan persembahan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Ipusnas ini merupakan aplikasi yang diciptakan perpustakaan Nasional Republik Indonesia guna menunjang perpustakaan digital. Aplikasi ini berbasis gratis atau aplikasi yang free bisa kalian download melalui App Store atau play Store. Langsung saja berikut linknya untuk bisa kalian download App Store : https://apps.apple.com/us/app/ipusnas/id1145654398 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=mam.reader.ipusnas Setelah kalian download dan terinstal akan muncul gambar seperti ini. Jadi di sini ada kategori buku bisa kalian klik bisa kalian pilih subjek yang ingin kalian baca buku yang ditampilkan Ini adalah buku yang keseluruhan. Nah ini model kategori ...

Faham Ahlus Sunnah wal Jama'ah

Faham Ahlus Sunnah wal Jama'ah Di antara enam agama besar di dunia, Islam tergolong agama dakwah. Agama dakwah yang dimaksud adalah agama yang di dalamnya usaha menyebarluaskan kebenaran dan mengajak orang- orang yang belum mempercayainya dianggap sebagai tugas suci oleh pendirinya atau oleh para penggantinya. Semangat memperjuangkan kebenaran itulah yang tak kunjung padam dari jiwa para penganutnya sehingga kebenaran itu terwujud dalam pikiran, kata-kata, dan perbuatan. Semangat memperjuangkan kebenaran inilah yang mendorong umat Islam untuk menyampaikan ajaran-ajaran